Wednesday, June 15, 2011

Jejak sepatu di karpet

carpet45.jpg

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu: "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan." Ibu itu kemudian menutup matanya. "Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan, "Itu artinya tidak ada seorang pun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tersebut.

"Sekarang bukalah mata ibu". Ibu itu membuka matanya,"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu di sana, ia tahu, keluarga yang dikasihinya ada di rumah.


Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita, sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya denganmengubah sudut pandangnya.


Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
-Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.
-Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya IA berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
-Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.
-Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi.
-Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.
-Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.
-Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras.
-Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.
-Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.
-Untuk setiap permasalahan hidup yang saya hadapi, karena itu artinya Tuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih baik lagi.



Description: Jejak sepatu di karpet Rating: 4.5 Reviewer: ukungzulfah - ItemReviewed: Jejak sepatu di karpet Posted by: Get Answer
Get Answer, Updated at: 8:37 PM

Perbedaan Dokter dan Dukun

benny.jpg

1. Sebelum berobat
Dokter : Keadaan anda sebelum berobat : bersin-bersin, batuk berdahak, pusing/demam.
Dukun : Keadaan anda sebelum berobat : putus cinta, patah semangat, sakit hati/dendam.

2. Proses pengobatan
Dokter : Dengan cara disuntik, ”yuk dibuka dulu yuk... enggak ko, enggak sakit... rasanya kaya digigit semut.. bener deh...”
Dukun : Dengan cara komat-kamit merem-melek lalu disembur dengan ludahnya, ”cuiiih....cuiiihh....”

3. Asisten
Dokter : Ditemenin sama suster berbaju putih
Dukun : Ditemenin sama yang pake baju putih juga sih, tapi rambutnya terjuntai awut-awutan, dan jalannya ngesot.

4. Peraturan
Dokter : Menghembuskan asap rokok di ruang praktek dokter bikin lo diusir keluar.
Dukun : Menghembuskan asap kemenyan di ruang praktek dukun bikin mahluk yang ‘laen-laen’ pada keluar.

5. Aksi ganjen
Dokter : Kata dokter yang rada ganjen, "selamat siang, sayaaang, ko lesu begitu? wajah cantik kamu jadi ga berseri lagi tuh, kamu sakit apa? jangan-jangan sakit hati lagi... ah ko bisa sih, kan saya selalu senyum sama kamyyu. Ngomong2 gejala penyakitnya gimana? udah berapa lama tyuuuh..."(sambil ngedipin mata sebelah mata dan senyum najis)
Dukun : Kata dukun yang rada ganjen, "selamat siang wahai anakku yang jelita, janganlah dinda biarkan awan gelap menutupi kemilaunya aura dinda, sini mari duduk bersama mbah....mbah sudah tau maksud kedatangan ananda..."(sambil manggut2 sok bijak...)

6. Susuk
Dokter : Susuknya dokter bisa bikin nggak punya anak (susuk KB maksudnya)
Dukun : Susuknya dukun bisa bikin anda enteng jodoh, muka kinclong awet muda sampe mikat calon mertua.

7. Nasehat
Dokter : Nggak boleh jajan sembarangan, cuci tangan sebelum makan, banyak2 makan sayur.
Dukun : Nggak boleh pipis sembarangan, apalagi di kuburan tak dikenal, cuci jempol kalo abis nunjuk kuburan, banyakin mandi kembang.

8. Proses pembelajaran
Dokter : Harus tabah sekolah dan stress bertaun-taun.
Dukun : Harus tabah bertapa dan kelaperan bertaun-taun.

9. Penawaran khusus
Dokter : Dokter akan ngasih anda rujukan terapi ke klinik ‘pasutri’kalo pasangan anda selingkuh. Trus kalo dokternya punya kenalan pengacara, pasti sekalian dikasih kartu namanya. Kali2 aja mo nuntut harta gono-gini.
Dukun : Dukun akan ngasih anda ramuan pengikat sukma yang mesti diminum pasangan anda kalo ketauan selingkuh, sekalian nawarin jasa jin. Kali2 aja abis itu anda butuh ‘penjagaan’ ekstra untuk pasangan anda.

10. Setelah berobat
Dokter : Pulang berobat anda bakal dibekalin kertas resep yang isinya bermacem-macem obat, trus disuruh minum obatnya 3x sehari.
Dukun : Pulang berobat anda bakal dibekalin kertas mantra buat dibaca 3x sehari, sama kembang 7 rupa buat mandi kembang tengah malem.


Description: Perbedaan Dokter dan Dukun Rating: 4.5 Reviewer: ukungzulfah - ItemReviewed: Perbedaan Dokter dan Dukun Posted by: Get Answer
Get Answer, Updated at: 8:37 PM