Thursday, June 23, 2011

5 Terobosan Ilmiah Terpenting


201106201310490_n.jpg

Manusia merupakan salah satu makhluk hidup paling rapuh.

Manusia tidak punya kekuatan seperti semut yang bisa membawa barang berbobot beberapa kali lipat bobotnya, tidak punya telinga setajam anjing, tidak punya

penglihatan setajam kucing, atau kulit sekokoh badak.

Tapi manusia punya satu yang tidak dimiliki hewan: otak.

Dengan otak yang berkembang dan kemampuan untuk menggunakannya itulah manusia dapat bertahan hidup.

Otak manusia yang menghasilkan berbagai penemuan-penemuan ilmiah.

Beberapa penemuan tersebut sangat berguna bagi manusia, bahkan sepertinya manusia sulit hidup tanpa adanya temuan tersebut.

Inilah lima di antaranya…

Api

Saat ini belum diketahui siapa yang pertama kali berhasil menggetahui cara membuat, mengendalikan, dan memanfaatkan api sekitar 790.000 tahun yang lalu. Tapi Nira Aplerson-Afil, anggota tim arkeologi Israel yang menemukan bukti paling awal penggunaan api oleh manusia, mengatakan bahwa api merupakan perkembangan penting untuk bertahan hidup.

Manusia-manusia purba menggunakan api untuk melindungi diri dari predator. Selain itu api juga jadi penghangat ketika temperatur turun drastis. Sebagai tambahan, api digunakan untuk memasak daging hewan dan tanaman.

Menurut Aplerson-Afil, api memberi pengaruh dalam penyebaran manusia. "Api memberi kepercayaan diri pada manusia purba sehingga mereka berani meninggalkan lingkungan dan tinggal di lingkungan baru," katanya kepada Science Daily pada tahun 2008.

Pertanian

Jika manusia tidak bertani, hingga saat ini manusia akan masih mengumpulkan makanan dari tumbuhan liar dan memburu hewan, cara primitif yang dilakukan 12.000 tahun yang lalu. Menurut analisis DNA dari beberapa makanan modern, perkembangan pertanian dimulai pada 9.000 hingga 10.000 tahun di daerah barat daya Asia.

Perkembangan bidang pertanian tidak terjadi sesaat, tapi merupakan proses dari beberapa perkembangan ilmiah dan teknis. Contohnya adalah perkembangan teknik irigasi, temuan rotasi tanaman serta pupuk. Perkembangan pertanian secara keseluruhan berlangsung selama ribuan tahun--bahkan mungkin masih berkembang sampai saat ini.

Pemurnian Air

Menurut laporan WHO pada tahun 2005, penyakit yang berkaitan dengan pencemaran air menyebabkan kematian 3,4 juta orang per tahun--jumlah yang lebih banyak dari kombinasi antara perang, terorisme, dan senjata pembunuh massal.

Kondisi tersebut pernah lebih buruk lagi. Selama beberapa abad di masa lampau, kolera membunuh ribuan orang, bahkan di negara-negara maju. Pada tahun 1854, ilmuwan John Snow menemukan bahwa kematian tersebut diakibatkan oleh mikroorganisme yang mencemari air. Ia lalu menganjurkan penggunaan klorin untuk membunuh mikroorganisme tersebut. Hasilnya: jumlah penderita penyakit turun drastis. Sejak saat itu, bahan kimia tambahan serta sistem penyaringan dikembangkan untuk membuat air lebih aman.

Antibiotik

Di akhir tahun 1920, fisikawan Dr. Alexander Fleming mencoba mengembangkan antibakteri. Saat itu, ia mendapati jamur yang mengontaminasi cawannya menghalangi pertumbuhan patogen yang ditelitinya.

Pada tahun 1929, Fleming menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan temuannya itu. Salah satu siswanya, Dr. Cecil Paine, mendemonstrasikan efektivitas penisilin, obat yang dibuat dari jamur, melawan bakteri penyebab penyakit.

Sejak temuan itu, penggunaan penisilin dan antibiotik lain berhasil mengurangi kematian dari beberapa penyakit. Di Swedia misalnya, tingkat kematian akibat infeksi saluran kelamin pada anak-anak menurun drastis--dari 1 di antara 1.000 pada tahun 1911 menjadi 1 di antara 100.000 kelahiran pada tahun 1970.

Pengawetan Makanan

Kemampuan mengawetkan makanan membuat seseorang bisa bertahan dari bencana alam atau bencana "buatan" yang mengganggu suplai listrik dan akses terhadap makanan.

Pengalengan ditemukan pada akhir abad ke-18 demi keperluan militer. Jumlah tentara Napoleon menurun akibat kelaparan dan kekurangan nutrisi. Pemerintah Prancis kemudian mengeluarkan sayembara: barangsiapa berhasil menemukan metode untuk menyediakan makanan bagi tentara akan memperoleh hadiah 12,000 franc.

Seorang koki pembuat permen dan bir asal Paris bernama Nicholas Apper punya ide untuk memasukkan makanan ke dalam botol yang disumbat gabus. Kemudian merebus botol itu dalam air hangat untuk mengeluarkan udara di dalam. Apper yakin udaralah penyebab membusuknya makanan.

Tentara Prancis menggunakan ide Appert untuk daging unggas, sayur, saus, dan beberapa makanan lain. Para tentara melaporkan, setelah empat bulan, makanan masih layak. (Sumber: howstuffworks)


Description: 5 Terobosan Ilmiah Terpenting Rating: 4.5 Reviewer: ukungzulfah - ItemReviewed: 5 Terobosan Ilmiah Terpenting Posted by: Get Answer
Get Answer, Updated at: 1:26 AM

Gmail - Kisah-kisah Seram Pemenggal Kepala di Arab Saudi - ukungzulfah@gmail.com

Angel_of_Death psychologytoday com.jpg

Qisas merupakan salah-satu bentuk hukuman dalam Islam, yang berarti pelaku kejahatan dibalas setimpal seperti perbuatannya. Kalau dia membunuh, maka hukumannya dibunuh; bila dia memotong anggota tubuh korbannya, maka anggota tubuh si penjahat juga dipotong.

Qisas inilah yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Barat, yaitu Ruyati binti Satubi, yang pada Sabtu (18/6) lalu dipenggal kepalanya karena terbukti telah membunuh majikan perempuannya. Qisas sudah banyak diketahui umum, namun bagaimana kehidupan orang yang menjalankan eksekusi qisas, baru sedikit yang terungkap. Salah satu yang pernah terungkap adalah kisah dari Muhammad Saad al-Beshi.

Di Arab Saudi, nama Beshi cukup terkenal. Maklum saja, pria yang kini berusia sekitar 50 tahun ini merupakan seorang eksekutor andal yang dipekerjakan secara khusus oleh pemerintah Arab Saudi.

Beshi, yang direkrut jadi eksekutor sejak 1998, mengaku bangga dengan pekerjaannya itu. Bukan hal yang menakutkan baginya meski harus menjalankan perintah memenggal kepala para terpidana mati, tak terkecuali wanita.

“Saya memang menentang kekerasan terhadap perempuan. Namun, jika semua perintah (pemenggalan) datangnya dari Tuhan, saya harus melaksanakannya. Saya bangga bisa melakukan pekerjaan untuk Tuhan,” ujar Beshi seperti dikutip harian Arab News.

Berdasarkan hukum Islam yang berlaku di Arab Saudi, hukuman mati pantas diberlakukan untuk seorang pembunuh, pemerkosa, penyelundup narkoba, perampokan bersenjata dan pengguna narkoba.

Selain diminta memenggal kepala tahanan, tak jarang Beshi juga diminta menembak mati tahanan perempuan. “Semua tergantung permintaan. Kadang mereka menyuruh saya menggunakan pedang, kadang pula dengan senjata api. Namun, seringkali saya memakai pedang,” ujarnya.

Ketika diwawancarai, Beshi bekerja sebagai eksekutor di penjara Taif. Di antara tugasnya di sana, ia harus memborgol dan menutup mata tahanan yang menghadapi hukuman mati. Pernah, dalam sehari ia memenggal 10 kepala terpidana mati.

21062011_Pemenggal_kepala.jpg

Betapapun kuat mental Beshi, toh ia mengakui bahwa ketika pertama kali menjadi eksekutor di Jeddah, ia sangat gugup. Pasalnya, banyak orang yang menyaksikan eksekusi itu. Namun, kini Beshi telah mampu mengatasi “demam panggung”-nya.

“Tahanan saat itu diikat dan ditutup matanya. Dengan sekali tebas pakai pedang, saya memisahkan kepalanya, yang jatuh menggelundung beberapa meter jauhnya,” kenang Beshi tentang pemenggalan pertama yang dilakukannya.

Kala itu, banyak saksi yang muntah usai menyaksikan pemenggalan tersebut. Beshi mengaku tidak tahu mengapa mereka ikut menyaksikan “penjagalan” kalau tak tahan.

Meski menjadi penjagal kelas wahid di negaranya, Beshi menyebut tak ada orang yang takut dengan dirinya. “Saya tetap memiliki banyak saudara dan teman, terutama di masjid. Saya juga memiliki kehidupan normal seperti kebanyakan orang. Tidak ada masalah dengan kehidupan sosial saya,” tegasnya.

Pedang yang digunakannya merupakan hadiah dari pemerintah Arab Saudi. Tak lupa ia selalu mengasah mata pedangnya agar tetap tajam. Bahkan anak-anaknya selalu membantunya membersihkannya.

“Banyak orang terkesan dengan ketajaman pedang ini, yang bisa memisahkan kepala dari badan,” ujar Beshi blak-blakan.

Beshi tak mau mengungkap berapa ia dibayar pemerintah sebagai eksekutor karena hal itu merupakan kesepakatan yang harus dirahasiakan. Namun, ia menekankan bahwa gaji tidaklah penting. “Saya sudah sangat bangga bisa menjalankan perintah Tuhan,” tandasnya.

Meskipun begitu, Beshi menyebut harga sebuah pedangnya sekitar 20.000 Riyal (sekitar Rp 56 juta).

Sebelum melaksanakan tugasnya, Beshi selalu menemui keluarga korban kejahatan, dan meminta agar mereka memaafkan si terpidana. Dan ketika berada di tempat eksekusi, satu-satunya pembicaraan Beshi dengan terpidana hanyalah permintaan Beshi agar si terpidana terus membaca kalimat syahadat sampai detik-detik terakhir sebelum dipenggal.

“Ketika masuk ke dalam ruang eksekusi, ketabahan para tahanan seolah menjadi runtuh. Lalu saya membaca perintah eksekusi dan begitu ada tanda, saya menebas kepala terpidana,” imbuhnya.

Sebagai senior di bidang “penjagalan”, Beshi juga diminta untuk menyiapkan penerusnya. Ia kini tengah melatih anak laki-lakinya Musaed untuk menjadi seorang eksekutor andal.

“Saya berhasil melatih anak saya sebagai seorang eksekutor. Ia menerimanya, dan bahkan sudah terpilih untuk menggantikan saya suatu saat,” ujar Beshi bangga.

Biasanya latihan yang dijalankannya adalah bagaimana cara memegang pedang dan tempat di mana mengayunkan mata pedang ke sasaran. Tak jarang ia juga harus melakukan amputasi tangan atau kaki terpidana yang terbukti mencuri.

“Saya biasa menggunakan pisau khusus yang sangat tajam untuk amputasi itu, bukan pedang. Ketika mengiris, saya memulainya dari tulang sendi agar mudah,” katanya.

Kendati tugasnya bisa dianggap “menyeramkan”, toh Beshi memiliki kehidupan yang normal. Ayah dari tujuh anak ini mengaku sebagai sosok pria rumahan dan penyayang. Ketika ditunjuk oleh pemerintah Saudi sebagai eksekutor, Beshi sudah menikah.

Beruntung sang istri tidak mempermasalahkan pilihan profesinya. “Ia hanya menyuruh saya untuk selalu berhati-hati sebelum melibatkan diri,” katanya.

Meski demikian, Beshi bersyukur, istrinya tidak takut dengan dirinya. “Keluarga saya penuh kasih sayang dan cinta. Mereka tidak takut meski saya baru pulang dari eksekusi. Bahkan mereka membantu saya membersihkan pedang,” tuturnya


Description: Gmail - Kisah-kisah Seram Pemenggal Kepala di Arab Saudi - ukungzulfah@gmail.com Rating: 4.5 Reviewer: ukungzulfah - ItemReviewed: Gmail - Kisah-kisah Seram Pemenggal Kepala di Arab Saudi - ukungzulfah@gmail.com Posted by: Get Answer
Get Answer, Updated at: 1:07 AM