Saturday, March 24, 2012

Manfaat Social Media Marketing



Ada banyak alasan mengapa pebisnis online harus nyemplung dalam sosial media. Buat yang belum mencobanya, ada beberapa manfaat yang patut diketahui. Bagi pelaku bisnis online, manfaat yang didapat diantaranya adalah:

1. Membangun brand dan menumbuhkan minat calon pembeli.

Sejak Facebook, Twitter dan YouTube mengambil alih perhatian sebagian besar kehidupan warga dunia, itulah saat yang tepat buat memperkenalkan produk Anda. Di mana ada kerumunan orang, disitu ada peluang buat jualan. Kalau tempat ketemunya di situs jejaring sosial, Anda mestinya fleksibel dan bisa menyusup diantara mereka. Dalam perkembangannya, interaksi dengan user lain adalah hal yang penting dalam menumbuhkan loyalitas buat berkunjung ke website Anda.

2. Mengintai kekuatan pesaing.

Jangan sampai Anda ketinggalan info perkembangan terbaru dari para kompetitor produk Anda. Coba follow atau add friend pesaing Anda, dengan sedikit trik supaya nggak ketahuan tentunya. Ini bukan sekedar acara memata-matai pasangan seperti tayangan reality show di tivi, tapi ini penting supaya Anda nggak ketinggalan langkah terhadap inovasi produk dan trik promosi pesaing.

3. Menempatkan produk dalam posisi lebih manusiawi dan interaktif dengan calon pembeli.

Sejak adanya internet, tampilan website dimana-mana seolah dihujani oleh iklan-iklan yang bikin sebel pandangan mata. Anda bisa mengganti hal ini dengan diskusi interaktif dengan membiarkan calon customer bertanya hal-hal yang mendasar sekalipun. Tanya balik apa keinginan dan harapan mereka jika disodori produk Anda. Kegiatan ini akan memberi input yang berguna untuk perbaikan ke depan.

Bagaimana dengan Anda, apakah sudah mendapatkan manfaat tersebut? Silakan berbagi pengalaman disini.

Description: Manfaat Social Media Marketing Rating: 4.5 Reviewer: ukungzulfah - ItemReviewed: Manfaat Social Media Marketing Posted by: Get Answer
Get Answer, Updated at: 9:20 AM

Apa Kata Teman di Media Sosial Lebih Penting Ketimbang Iklan


Saya bukanlah penggila film dan menonton bioskop. Bahkan, tergolong amat jarang menonton film di layar lebar. Namun lalu lintas pembicaraan yang amat kencang tentang 3Idiots berkali-kali menerjang mata saya setiap kali membuka Twitter baik di laptop maupun smartphone. Entah mengapa, teman-teman di Twitter heboh membicarakan film India itu dengan kalimat-kalimat provokatif: lucu, mengharukan, bikin ketawa ngakak, sekaligus bisa menguras air mata. Saya tidak pernah tertarik menonton film India, tidak pernah melihat iklan film tersebut di mana pun, tiba-tiba terpengaruh. Meski terlambat, saya akhirnya menyempatkan diri menonton!
Apa yang terjadi? Begitu usai menonton, saya sama sekali tidak kecewa dengan “hasutan” teman-teman di Twitter. Saya mendapat pengalaman emosional yang hampir sama dengan mereka. Bahkan, mungkin lebih antusias dari mereka. Seusai nonton, saya tanpa malu-malu menulis status di Twitter, Facebook, Plurk dan Koprol beberapa kali, antara lain seperti ini : ” Meski terbahak-bahak menonton 3Idiots, saya juga beberapa kali menangis.”
Apa yang kemudian terjadi? Mereka yang belum menonton 3Idiots dan melihat status saya tersebut kemudian terpengaruh untuk menonton. Bahkan mereka yang tinggal di kota yang tidak mendapat distribusi film tersebut sampai mengeluh, betapa malang nasib mereka tidak bisa menonton di kotanya. Dan, seterusnya, pesan itu menviral ke pengguna social media lain.
Perhatikan, saya sama sekali tidak melihat iklan film tersebut sama sekali. Kalau pun melihat iklannya, saya tidak akan terpengaruh karena saya bukan penggila film, apalagi yang India. Yang mempengaruhi saya untuk “membeli” adalah celoteh teman-teman di semua jaringan media sosial yang saya ikuti. Heran dengan pengalaman ini, saya mencoba bertanya dan riset ke teman-teman lain. Yak, hasilnya sama: mereka terpengaruh apa kata teman-temannya di jejaring sosial.
Tidak mengejutkan jika kita melihat hasil riset AC Nielsen Reseach, April 2009, rekomendasi orang yang kita kenal (teman atau saudara), sebagaimana biasa, masih menduduki posisi pertama. Namun, opini konsumen di dunia maya menduduki posisi kedua yang paling menentukan konsumen untuk membeli. Posisi ketiga dan selanjutnya baru diisi oleh berbagai jenis iklan.

Description: Apa Kata Teman di Media Sosial Lebih Penting Ketimbang Iklan Rating: 4.5 Reviewer: ukungzulfah - ItemReviewed: Apa Kata Teman di Media Sosial Lebih Penting Ketimbang Iklan Posted by: Get Answer
Get Answer, Updated at: 9:20 AM